Welcome to my blog, enjoy reading.

Prestasi Miftah Alumni SMPN 4 Sidoarjo

on 20 Feb 2010

Siswa SMPN 4 Sidoarjo Juara I LCEN, Temukan Ozon Untuk Membunuh Kuman di Air

By on May 14, 2007 in Uncategorized

Surabaya

Miftah Yama Fauzan, 13, dan temannya, Adrian Radityatama, Sabtu (12/5) pekan lalu bergegas menuju stand tempat karyanya dipajang di Graha Sepuluh Nopember ITS. Beberapa detik kemudian, dia langsung menyiapkan alat yang dibuatnya, Pembuatan pembangkit ozon untuk memasak air secara elektronik. “Ayo cepetan, sebentar lagi Pak Menteri lewat dan melihat karya kita,” ujar Miftah spontan kepada temannya, Adrian.

Dugaan Miftah benar, satu menit kemudian, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Prof Dr Mohammad Nuh DEA yang pagi itu mengunjungi pameran dan Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) ke-12 menghampiri tempat karyanya dipajang. “Wah ini alat apa,” tanya Nuh kepada Miftah.
“Ini alat penghasil Ozon untuk membunuh kuman di air. Memasak air secara elektronik," jelas Miftah.
“Oh … bagus. Selamat ya,” sambung mantan rektor ITS ini lantas mengulurkan tangannya menyalami dua siswa dari SMPN 4 Sidoarjo tersebut.
Kunjungan mendadak Menkominfo melihat karyanya menjadi pelengkap bagi Miftah dan Adrian. Hal itu dapat dimaklumi, karena sebelumnya tim juri LCEN ke-12 menetapkan alat rancangan Miftah sebagai juara satu untuk katagori elektronika dasar bagi siswa SMP-SMA. Menyisihkan 11 tim lain, yang maju ke babak final.

Kepada Surya, Miftah mengaku tak menyangka karyanya keluar sebagai juara. Apalagi ide awalnya terbilang sederhana, yaitu usai melihat proses pembuatan es krim. “Ternyata air yang digunakan membuat es krim bukan air matang, tapi air mentah,” jelasnya.
Dari situ, anak pertama dari bersaudara ini berfikir, kalau airnya bukan air matang, apakah es krim yang biasa ia makan tidak berbahaya bagi kesehatan. Saat berfikir keras, terbersit dalam pikiran Miftah membuat suatu alat yang bisa membunuh kuman yang ada di air.

Setelah yakin, Miftah lantas menyampaikan idenya kepada sang ayah, Dr Ir Mohammad Ashari yang tercatat sebagai dosen elektro ITS. “Ayah mendukung dan minta saya membeli alatnya dan mengotak-atiknya sendiri,” imbuhnya.
Berbekal uang 200.000 ribu, Miftah membeli occilator untuk menghasilkan gelombang kotak, pompa akuarium, coil mobil, dan tabung elektroda, dan kabel listrik. “Semuanya habis Rp 81 ribu,” terangnya.

Setelah di otak-otik selama dua minggu, akhirnya ia mendapatkan bahwa saat oksigen (O2) dimasukkan ke tabung elektroda dan diberi aliran listrik 10.000 volt, molekul oksigen (O2) akan pecah menjadi atom O. Dari situ atom O bergabung dengan molekul O2 yang tidak pecah, kemudian bergabung menjadi ozon (O3) sebelum akhirnya dialirkan ke air. Dari proses uji coba itu, kuman yang ada di lima liter air mentah, ternyata mati ketika gas ozon bersifat tidak stabil memanasi air selama 10 menit. “Matinya kuman itu ternyata tak merubah rasa dan warna air,” tandas Miftah.

Tak percaya dengan temuan tersebut, orang tua Miftah menguji kemampuan alat Miftah di laboratorium teknik kimia ITS. Hasil uji cobanya ternyata sukses dan alat temuan tersebut dinyatakan bisa menggantikan kompor minyak tanah atau elpiji untuk memasak air.
Sukses yang sama terjadi ketika Miftah dan Adrian mempresentasikan karyanya di depan dewan juri, saat final lomba LCEN, 10 Mei lalu dan menempatkannya sebagai juara satu.

Karena prestasi itu, selain mendapat piala dari Mendiknas dan piagam penghargaan, Miftah dan Adrian juga mendapatkan hadiah uang Rp 2,5 juta. Uang yang didapat ini akan digunakan membeli alat-alat elektronik untuk menghadapi perlombaan berikutnya. “Di luar itu, tentu untuk traktir teman-teman,” imbuhnya. ***

Diatas adalah Artikel yang saya kutip dari situs http://www1.surya.co.id/v2/?p=9390
Mifta adalah salah satu contoh murid berprestasi di SMPN 4 sidoarjo di Potensi Akademiknya..
Kapankah ada Mifta-Mifta selanjutnya..?

0 komentar:

Posting Komentar